Archive for the ‘Uncategorized’ Category

heran

Sunday, August 31st, 2008

Keheranan 1

aq heran dengan yang terjadi hueran sekali…….kesal,marah,jengkel atau cemburu ya…cemburu karena iman.Bagaimana tidak dada ini gemuruh melihat seorang perempuan yang kebetulan ada di samping saya digoda…Bukannya perempuan tersebut marah,eh malah dengan senang hati,Sebagai seorang wanita yang melihat kaumnya digoda pingin nya marah pada lelaki penggoda tersebut,namun bagaimana ya kalau yang digoda happy happy aja………..Apa betul ya,kata teman saya.."biarin aja,emang cewek kayak gitu sukanya digoda…so gak perlu dibela"………(may be yes may be no)

Jadi terlintas di benak saya,wahai lelaki penggoda bayangkan bila istri anda,ibu anda,adek ato kakak perempuan anda,bibi,nenek etc…intinya wanita disekitar anda yang anda sayangi diganggu orang bagaimana?/?apakah anda rela?suka?……..saya pikir kalo anda seorang yang normal tentunya tidak……

Keherannan kedua

YA gara gara baca novel ketika cinta bertasih…….. di suatu penggalan cerita.Menceritakan tentang seorang wanita yang menyukai seorang pria,Dia pingin tahu perasaan pria tsb kpdnya lewat adik pria tsb yang kebetulan dekat dengannya….Dia menanyakan perihal sahabat pria tsb yang akan meminangnya,bagaimanakah pendapatnya..ternyata pria tsb bilang sahabatnya tsb tak layak ditolak(as good friend,walaupun dia juga suka wanita tsb takmungkinlah ia menjelekan sahabatnya)….dan ini dianggap wanita tsb bahwa pria yang disukainya tak memiliki perasaan padanya……sehingga dengan tanpa pikir panjang dia terima pinangan sahabat pria yang disukainya……kurang berapa hari pernikahan si wanita menyesal,dia utarakan perasaanya pada pria yang disukainya dan bilang masih ada waktu untuk merebutnya……..haiks dong…dong

Disinilah sisi keherananku……duh wanita ini,anda ini manusia atau barang sich??? kok mau dirinya diperebutkan???Apalagi oleh 2 orang yang bersahabat…dan anda tahu itu.Apa gak menghancurkan persahabatan mereka ?????heran tho???aq heran

SATU PELAJARAN YANG BISA DIAMBIL SEBAGAI SEORANG WANITA "SEORANG WANITA ITU DIHARGAI BILA IA BISA MENGHARGAI DIRINYA DAN MENJAGA SIKAPNYA,NAMUN HAL INI JUGA BERLAKU PADA PRIA PULA”

Tuhanku

Thursday, August 21st, 2008
Tuhanku
oleh: Ungu
allahumma shalli ‘alaa Muhammad
ya rabbi shalli ‘alaihi wa saliim
allahumma shalli ‘alaa Muhammad
ya rabbi baalighul wasila

oh Tuhanku
yang slalu kuserukan dalam doa selamanya
seumur hidupku

dan napasku
yang slalu kuhirup di setiap waktu
hanya pada-Mu
kupasrahkan hidupku

di bawah langit biru
kusebutkan nama-Mu
karena ku tahu
engkaulah Tuhanku

di bawah rumput hijau
ku bersujud padaMu
karena ku tahu
akulah hamba-Mu ya Allah

oh Tuhanku
yang slalu kuserukan dalam doa selamanya
seumur hidupku

di bawah langit biru
kusebutkan nama-Mu
karena ku tahu
engkaulah Tuhanku

di bawah rumput hijau
ku bersujud pada-Mu
karena ku tahu
akulah hamba-Mu ya Allah

allahumma shalli ‘alaa Muhammad
ya rabbi shalli ‘alaihi wa saliim
allahumma shalli ‘alaa Muhammad
ya rabbi baalighul wasila

Hanya manusia biasa

Thursday, August 21st, 2008

Tiada insan yang sempurna,tiada yang terlepas dari salah,karena manusia biasa bukanlah nabi yang sempurna,bila sekali tersentuh alpha langsung diingatkan oleh sang Penguasa jagat raya.ALLOH SWT

Atas nama insan bukan berarti seenaknya,ya memang kita tempat salah dan alpha namun kita pun diberi akal,pikiran dan hati untuk menuju kebenaran,untuk menuju hidayah.Yang mana kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapanNYA

Pohon Hijau
Album :
Munsyid : Brothers
http://liriknasyid.com

[00:08.00]Pohon hijau itu berdiri kaku
[00:36.89]Pohon hijau itu berdiri kaku
[00:21.98]Megahnya di celah pohonan
[00:44.09]Ibarat lukisan hidup
[00:51.90]Tetap tegak dan kaku

[00:59.78]Pohon hijau itu tetap kaku
[01:14.82]Lantas desiran kedengaran
[01:22.00]Amat sayup dan sayu
[01:28.69]Ia mula bergerak

[02:10.09]Pohon hijau itu tidak kan kaku lagi
[02:14.22]Beralun mengikut tarian bayu
[02:18.91]Pohon hijau itu melambai-lambai
[02:23.33]Beralun mengukir kehijauan

[02:27.59]Begitulah diibaratkan
[02:31.93]Dunia dengan kehidupan
[02:36.29]Bermulanya di daratan
[02:40.90]Kini menuju ke tengah lautan

[02:45.33]Angin yang menderu
[02:50.33]Datang tak menentu
[02:54.77]Ombak memukul pelayaran
[02:58.73]Apakan tergoyang keimanan

[03:03.64]Untukmu teman bajailah hidupmu
[03:12.52]Sirami hatimu dengan ketaqwaan
[03:16.58]Dalam mencari keredhaan Tuhan

[03:23.47]Hati-hati teman
[03:26.23]Meniti salju kehidupan
[03:28.43]Nan rapuh bisa cair dan runtuh

[03:32.92]Bersama angin lalu kutitipkan harapan
[03:37.42]Agar terus tabah hadapi cabaran

[03:42.28]Pohon hijau itu yang dulu kaku
[03:46.64]Kini mengikut tarian bayu
[03:50.99]Pohon hijau itu melambai-lambai
[03:55.60]Beralun mengukir kehijauan

[03:59.95]Pohon hijau itu tidakkan kaku lagi
[04:05.03]Beralun mengikut tarian bayu
[04:08.83]Pohon hijau itu melambai-lambai
[04:13.52]Beralun mengukir kehijauan

[04:17.90]Bila kejayaan sudah digenggaman
[04:22.96]Ingat-ingat teman kita kan pulang

[04:32.03]Pohon hijau itu kini kaku
[04:46.85]Ia tak bergerak lagi
[04:53.57]Ia pastikan layu
[05:01.79]gugur di taman ini
[05:09.55](ending)

Entalah,bagi saya lirik lagu ini penuh makna sekali,seorang manusia diibaratkan layaknya pohon hijau di lagu tersebut.Ujian kehidupan apapun itu bisa mengubah seseorang,karena itu point penting yang harus dipegang dont forget Sirami hatimu dengan ketaqwaan
Dalam mencari keredhaan Tuhan.Seberat apaun cobaan,setangguh apapun godaan Inggatlah ada ALLOH Sang pemilik Kehidupan,Tempat meminta dan berharap.Bila insan bisa membuat terluka dan kecewa karena ia hanya manusia biasa tak luput dari dosa yang tak layak kita berharap padaNYA.
Lebih mudah bagi kita untuk memvonis kok jadi begini kok jadi begitu???kenapa seorang yang dulunya begini jadi begitu??
Mudah sekali kita kecewa,namun pernakah kita bertanya pada diri kita sudah cukup jadi saudara yang baikkah untuk saudara saudari kita????dimanakah kita saat-saat saudara saudari kita mengalami pergulatan batin,pergulatan iman,sebelum menjadi pribadi yang yang lain.????Seberapakah sering kita mendoakannya,supaya dia lurus dalam hidayah ???? ……………..
…………………………………..
Ya Alloh ampunilah segala khilaf dan salahku
Ya Alloh ampunilah juga saudara saudariku
Berikan kami selalu hidayahmu
untuk saudariku,maafkan bila ku belum bisa memberi tali ukhuwah yang sempurna layaknya kaum anshar dan muhajirin,Semoga ALLOH senantiasa memberi petunjuk padamu,pertolongan ,dan ampunan,bila yang terjai padamu suatu ujian semoga engkau bisa melaluinya.AMIN

HAPPY ROMADHON

Sunday, August 10th, 2008

8 Tips Sambut Ramadhan” :

1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)

2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.

3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt. akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” Muhamad:21.

6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs –pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan Ramadhan.

8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31. Lembaran baru kepada Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya. Amin ya Rabbana. Allahu a’lam

cukuplah kematian itu sebagai nasehat

Sunday, August 10th, 2008

Dihempas gelombang
Dilemparkan angin
Terkisah ku bersedih ku bahagia

Di indah dunia
Yang berakhir sunyi
Langkah kaki di dalam rencana-Nya

Semua berjalan dalam kehendak-Nya
Nafas hidup cinta dan segalanya

Reff:
Dan tertakdir menjalani
segala kehendak-Mu ya Rabbi
Kuberserah kuberpasrah
Hanya pada-Mu ya Rabbi

Dan tertakdir menjalani
segala kehendak-Mu ya Rabbi
Kuberserah kuberpasrah
Hanya pada-Mu ya Rabbi

Bila mungkin ada luka Coba tersenyumlah
Bila mungkin tawa Coba bersabarlah
Karena air mata tak abadi
Akan hilang dan berganti

Bila mungkin hidup hampa dirasa
Mungkinkah hati merindukan Dia
Karena hanya dengan-Nya hati tenang
Damai jiwa dan raga

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)


 

Kirim

“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. Tirmidzi)

Berbahagialah hamba-hamba Allah yang senantiasa bercermin dari kematian. Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang.

Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga

Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian. Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir. Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.

Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat. Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1, “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”

Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata. Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, “Ya Allah, mundurkan ajalku sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan.” Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan. Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.

Allah swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44, “Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: ‘Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul….”

Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa

Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan ‘habis’, usai sudah permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.

Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan. Hingga kapan pun. Padahal, sandiwara sudah berakhir.

Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat selamanya. Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya. Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita. Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir. Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran.

Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya. Pun begitu, teramat naif kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya. Semua berawal, dan juga akan berakhir. Dan akhir itu semua adalah kematian.

Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa

Fikih Islam menggariskan kita bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu.

Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa. Cuma tubuh kecil yang telanjang.

Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan. Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan. Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.

Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah. Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah. Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa. Dan, bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.

Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara

Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya. Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.

Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar. Bahwa, segalanya akan berpisah. Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian. Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir.

Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga

Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga. Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.

Mungkin, inilah maksud ungkapan Imam Ghazali ketika menafsirkan surah Al-Qashash ayat 77, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia…” dengan menyebut, “Ad-Dun-ya mazra’atul akhirah.” (Dunia adalah ladang buat akhirat)

Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan

www.dakwatuna.com

U/seorang yang telah kembali pada pemilikNYA

Ya ALLOH ampunilah segala dosanya

lapangkanlah & terangilah kuburnya

Berilah beliau teman amal terbaiknya

Terimalah beliau dan beri tempat yang baik disisimu

jadikanlah kami hamba-hamba yang ikhlas menerima takdirmu

Dan bisa mengambil pelajaran pada tiap  jalan takdir yang Engkau berikan

Dan kumohon pertemukan dan kumpulkan kami kelak di jannahMU…amin

PENDAKI KEHIDUPAN

Tuesday, July 29th, 2008

1.TIPE QUITTERS

Cirri:

Tergesa-gesa

Ingin cepat sampai

Gampang menyerah

Mudah bertekuk lutut

Senang patah arang

Tak berani ambil resiko

Bila ditantang perlahan namun pasti mundur kebelakang

Negative thinking

Kalah sebelum bertanding

Tak bernyali hadapi hidup

2.TIPE CAMPERS

Dengan cirri-ciri senang mendaki ketinggian tertentu,lalu mengakhiri pendakian,dan memilih berhenti.istirahat dan mendirikan tenda di tempat yang datar.Menikmati kesuksesan ,puas dengan yang diperoleh.ambil jalan selamat dan tak tertantang untuk melanjutkan pendakian  apalagi mencari peluang plus mengambil resiko yang lebih besar.lebih baik sich ibanding quitters.tapi BUKAN REAL HERO

3.TIPE CLIMBERS

Mereka adalah PENDAKI ABADI DAN PEJUANG SEJATI

Memiliki jiwa petualang yang berani ambil resiko dan konsekuensi dengan penuh kebranian

Pengubah tantangan jadi peluang

Pengubah hambatan jadi kesuksesan

Pengubah kesulitan jadi kemungkinan

Tiada kamus menyerah dalam hidupnya

Lemah,putus asa no way ,

Spirit of climbers

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa.Mereka TIDAK MENJADI LEMAH karena bencana yang menimpa mereka di jalan ALLOH,dan tidak lesu dan tidak pula menyerah.ALLOH MENYUKAI ORANG_ORANG YANG SABAR(ALI IMRAN 146)

Senandung pejuang

Gunung

kan

kudaki

Lautan

kan

kusebrangi

Sawah-sawah kucangkuli

Lapangan pun

kan

kusapu tiap hari

Asal sukses dapat kuraih

MOTTO PEJUANG

AKU TAK KENAL KATA MENYERAH….AKU AKAN TERUS BERUSAHA ….AKU KAN TERUS BERJUANG…..SELAMA NAFASKU MASIH ADA.JANTUNGKU BERDETAK SELAMA ITU KU KAN BERJUANG.MENANG DAN HIDUP SECARA MULIA ATO MATI SECARA TERHORMAT

hidupanmeminang bidadari

Tuesday, July 29th, 2008

e“Menikah ?”
“Ya..”
“Tentu”, jawab Ayesha tanpa ragu.
“Pertimbangkan dulu. Jangan cepat ambil keputusan.” Bibinya berkata benar. Ayesha sedikit tersipu, tangannya membenahi abaya yang dipakainya dengan rikuh.

“Dengan siapa, Ammah ?”

Wajah lembut itu tiba-tiba mengeras. Kedua matanya mendadak meyembung. Mungkin karena air mata yang siap turun, entah kenapa. Luapan bahagiakah, karena keponakannya yang diurus sejak kecil ini akhirnya ada yang meminang ? Ayesha menunggu jawaban dari ammahnya. Tapi beberapa kejap hanya dilalui gelombang senyap.

“Ammah….dengan siapa ?”

Pandangan tajam wanita berumur itu menembus bola mata Ayesha. Seperti menimbang-nimbang kesiapan keponakan yang dicintainya itu, menikah. Ayesha membalas pandang, lebih karena ia tak mengerti kenapa pernikahan, kalau memang itu yang akan terjadi padanya, tak disambut ammah dengan riang, seperti pernikahan pada umumnya.

“Dengan Ayyash !”

Ayyash ?

Ammah mengangguk. Wajahnya pucat, namun terkesan lega. Biarlah…..biarlah Ayesha yang memutuskan….ini hidupnya.

Suara hati wanita itu bicara.
Di depannya tubuh Ayesha seperti kaku. Seolah tak percaya. Senang, tapi juga tahu apa yang akan dihadapinya. Berita itu mungkin benar. Yang jadi pertanyaan, siapakah dia ? “Kau pikirkan dulu, ya ? Ia memberi waktu sampai tiga hari. Katanya lebih cepat lebih baik.” Ayesha masih tak bergerak. Pandangannya menembus jendela, meyisiri rumah- rumah di lingkungannya, dan debu tebal yang terembus di jalan.

Pernikahan….sungguh penantian semua gadis. Dengan Ayyash pula, siapa yang keberatan ? Tapi semua pun tahu, apa arti sebuah pernikahan di Palestina. Tantangan, perjuangan lain yang membutuhkan kesiapan lebih besar. Terutama bagi setiap gadis, yang menikahi pemuda pejuang macam Ayyash!

***

Dulu sekali, sewaktu kecil, ia tak memungkiri, kerap memperhatikan Ayyash dan teman-temannya dari balik kerudung yang biasa ditutupkan ke wajah, jika mereka kebetulan berpapasan. Mereka bertetangga. Begitulah Ayesha mengenal Ayyash, dan melihat bocah lelaki yang usianya lebih tua lima tahun darinya, tumbuh dewasa.

Ayah Ayyash salah satu pemegang pimpinan tertinggi di Hamas, sebelum tewas dalam aksi penyerangan markas tentara Israel. Ibunya, memimpin para wanita Palestina dalam berbagai kesempatan, mencegat, dan mengacaukan barisan tentara Yahudi, yang sedang melakukan pengejaran atas pejuang intifadah.

Mereka biasa muncul tiba-tiba dari balik tikungan yang sepi, atau memadat di pasar-pasar, dan menyulitkan pasukan Israel yang mencari penyusup. Bukan tanpa resiko, karena semua pun tahu, para tentara itu tak menaruh kasihan pada perempuan, atau anak-anak. Para perempuan yang bergabung, menyadari betul apa yang mereka hadapi. terkena tamparan atau tendangan, bahkan popor senapan, hingga tubuh mengucurkan darah, bahkan terlepas nyawa, adalah taruhannya.

Ayesha sejak lima tahun yang lalu, tak pernah meninggalkan satu kalipun aksi yang diadakan. Ia iri dengan para lelaki yang mendapat kesempatan lebih memegang senjata. Itu sebabnya gadis berkulit putih kemerahan itu, tak ingin kehilangan kesempatan jihadnya, sejak usia belia.

Tiga tahun lalu, ketika ibunda Ayyash syahid, dalam satu aksinya, setelah sebuah peluru mendarat di dahinya, mereka semua datang, juga Ayesha, untuk menyalatkan wanita pejuang itu. Pedihnya kehilangan ummi, Ayesha menyadari perasaan berduka yang bagaimanapun memang manusiawi. Begitu kagumnya ia melihat ketegaran Ayyash, mengatur semua prosesi, hingga tanah menutup dan memisahkannya dari ibunda tercinta. Tak ada sedu sedan, tak ada air mata. Hanya doa yang terucap tak putus. begitulah Ayyash menghadapi kehilangan abi, saudara-saudara lelakinya, adik perempuannya yang paling kecil, lalu terakhir ummi yang dikasihi. Begitu pula yang dipahami Ayesha, cara pejuang menghadapi kematian keluarga yang mereka cintai.

Dan kini, Ayesha dua puluh dua tahun. masih menyimpan pendar kekaguman dan simpati yang sama bagi Ayyash. Bocah lelaki bermata besar itu sudah menjelma menjadi lelaki gagah, dengan kulit merah kecoklatan, hidung bangir, dan mata setajam elang. Semangat perjuangan dan ketabahan lelaki itu sungguh luar biasa. Sewaktu kedua abangnya melakukan aksi bom bunuh diri, meledakkan gudang logistik Israel, ia hanya mengucapkan innalillahi, sebelum bangkit dan menggemakan Allahu Akbar, saat memasuki rumah, dan mengabarkan berita itu pada umminya.

Lalu ketika Fatimah, adiknya yang berpapasan dengan tentara, diperkosa, dan dibunuh sebelum dilemparkan ke jalan dengan tubuh tercabik-cabik. Ayyash masih setabah sebelumnya. Padahal siapapun tahu, cintanya pada Fatimah, bungsu di keluarga mereka.

Ayesha tak mengerti terbuat dari apa hati lelaki itu. Setelah semua kehilangan, tak ada dendam yang lalu membuatnya membabi buta atau meluapkan amarah dengan makian kotor. Ayyash menerima semua itu dengan keikhlasan luar biasa. Hanya matanya yang sesekali masih berkilat, saat ada yang menyebut nama adiknya. Di luar itu, hanya keshalihan, dan ketaatannya pada koordinasi gerak Hamas, yang kian bertambah. Begitu, dari hari ke hari.

***

Mereka berhadapan. Pertama kali dalam hidupnya ia bisa bebas menatap wajah lelaki itu dari jarak dekat. Ayyash yang tenang. Hanya bibirnya yang menyunggingkan senyum lebih sering, sejak ijab kabul diucapkan, meresmikan keberadaan keduanya.

Ayyash yang tenang dan hati Ayesha yang bergemuruh. Bukan saja karena kebahagiaan yang meluap-luap, tapi oleh sesuatu yang lain. Sebetulnya hal itu ingin disampaikannya pada lelaki yang kini telah menjadi suaminya.

Namun saat terbayang apa yang telah dihadapi Ayyash, dan senyum yang dilihatnya pertama kali begitu cerah. Batin Ayesha urung. Biarlah….nanti-nanti saja, atau tidak sama sekali, pikirnya. Ia tak mau ada yang merisaukan hati lelaki itu, terlebih karena waktu yang mereka miliki tak banyak. Bahkan sebentar sekali. Dua hari lalu, Ayyash sendiri yang meyampaikan kebenaran berita itu, niatan lelaki berusia dua puluh tujuh tahun, yang sudah selama dua pekan ini dibicarakan dari mulut ke mulut.
“Ayyash mencari istri ?”
“Ia akan menikah secepatnya, akhirnya ”
“Tapi siapa yang akan menerima pernikahan berusia sehari semalam ?” Percakapan gadis-gadis di lingkungan mereka. Awalnya Ayesha tak mengerti.
“Kenapa sehari semalam ?”, tanyanya pada ammahnya.
“Sebab, lelaki itu sudah menentukan hari kematiannya, Ayesha. Kini tinggal sepekan lagi. Waktunya hampir habis.” Ayesha ingat ia tiba-tiba menggigit bibir menahan sesak yang tiba-tiba melanda. Ayyash pasti sudah menyanggupi melakukan aksi bom bunuh diri, seperti dua saudaranya dahulu. Cuma itu alasan yang bisa diterima, kenapa pejuang yang selama ini terkesan tak peduli dan tak pernah memikirkan untuk menikah, tiba-tiba seolah tak sabar untuk segera menikah. “Saya ingin menghadap Allah, yang telah memberi begitu banyak kemuliaan pada diri dan keluarga saya, dalam keadaan sudah menyempurnakan separuh agama. Kalimat panjang lelaki itu, wajahnya yang menunduk, dan rahangnya yang terkatup rapat. Menunggu jawaban darinya. Ayesha merekam semua itu dalam ingatannya. Dua hari lalu, saat khitbah dilangsungkan. “Ya….”jawabannya memecah kesunyian. Ammah serta merta memeluknya dengan wajah berurai air mata. Bahagia berbaur kesedihan atas keputusan Ayesha. Membayangkan keponakannya yang selalu dibanggakan karena semangatnya yang tak pernah turun, akan menjalani pernikahan. Yang malangnya, bahkan lebih pendek dari umur jagung.

Berganti-ganti Ayesha melihat wajah ammah yang basah air mata, lalu senyum dari bibir Ayyash yang tak henti melantunkan hamdalah. Di depan Ayesha, Ayyash tampak begitu bahagia, karena tiga hari, sebelum tugas itu dilaksanakan, ia berhasil menemukan pengantinnya. Seorang bidadari dalam perjuangan yang ia hormati, dan kagumi kekuatan mental maupun fisiknya. Ya, Ayesha. Mereka masih bertatapan. Saling menyunggingkan senyum. Ayesha yang

Wajahnya masih sering bersemu dadu, tampak sangat cantik di mata Ayyash. Pengantinnya, bidadarinya…..kata-kata itu diulangnya berkali-kali dalam hati. Namun betapapun cantiknya Ayesha, Ayyash tak hendak melanggar janji yang ditekadkan jauh dalam sanubarinya. “Ayesha…..saya tak menginginkanmu, bukan karena saya tak menghormatimu.” Senyum Ayesha surut. Matanya yang gemintang menatap Ayyas tak berkedip, menunggu kelanjutan kalimat lelaki itu. Ini malam pertama mereka, dan setelah ini, tak akan ada malam-malam lain. Besok selepas waktu dhuha, lelaki itu akan menemukan penggal akhir hidupnya, menemui kekasih sejati. Allah Rabbul Izzati. Tak layakkah Ayesha memberikan yang terbaik baginya ?
Bagi ia yang akan menjelang syahid ? Pendar di mata Ayesha luluh. Ayyash mendongakkan dagunya, tangannya yang lain menggenggam jari-jari panjang Ayesha, seakan mengerti isi hati
istrinya.

“Saya mencintaimu, Ayesha. Dan saya meridhai semua yang telah dan akan Ayesha lakukan selama kebersamaan ini dan setelah saya pergi. Saya percaya dan berdoa, Allah akan memberimu seorang suami yang lebih baik, selepas kepergian saya.” Ayesha tersenyum. Menyembunyikan hatinya yang masih gemuruh. Seandainya ia bisa menceritakannya pada Ayyash. Tapi ia tak sanggup. “Tak apa. Saya mengerti.” Cuma itu yang bisa dikatakannya pada Ayyash. Suasana sekitar hening. Langit tanpa bulan tak mempengaruhi kebahagiaan di hati Ayyash. Bulan, baginya, malam ini telah menjelma pada kerelaan dan keikhlasan istrinya.

“Saya ingin, Ayesha bisa mendapatkan yang terbaik.” Lelaki itu melanjutkan kalimatnya. “Dan karenanya saya merasa wajib menjaga kehormatanmu. Kita bicara saja, ya ? Ceritakan sesuatu yang saya tak tahu, Ayesha.” Ayesha menatap mata Ayyash, lagi. Disana ia bisa melihat kegarangan dan keteduhan melebur satu. Sambil ia berpikir keras apa yang bisa ia ceritakan pada lelaki itu ? Tak lama dari bibir wanita itu meluncur cerita-cerita lucu tentang masa kecil mereka. Canda teman-teman mainnya, dan kegugupannya saat pertama berhadapan dengan Ayyash. Juga jari-jari tangannya yang berkeringat saat ia mencium tangan Ayyash pertama kali.
Betapa ia hampir terjatuh karena kram, akibat duduk terlalu lama, ketika mencoba bangun menyambut orang-orang yang datang menyalami mereka tadi pagi. Di antara senyum dan derai tawa suaminya, Ayesha masih berpikir tentang lelaki yang duduk di hadapannya. Sungguh, ia ingin membahagiakan Ayyash, dengan cara apapun. Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Ayyash, membuat Ayesha tak habis pikir. Kenapa kebahagiaan orang lain, bisa membuatnya begitu bahagia ? Tapi inilah kebahagiaan itu, bisiknya sesaat setelah mereka menyelesaikan sholat malam dan tilawah bersama. Kali pertama dan terakhir. Kebahagiaan bukan pada umurnya, tapi pada esensi kata bahagia. Dan Ayesha belum pernah sebahagia itu sebelumnya.

Mereka masih belum bosan menatap satu sama lain, dan berpegangan tangan. Saat ia merebahkan diri di dada Ayash setelah sholat subuh, lelaki itu tak menolak.

“Biarkan saya berbakti padamu, Ayyash”

Ia ingat Ayyash menundukkan wajah dalam, seperti berpikir keras, sebelum kemudian mengangguk dan menerimanya. Beberapa jam lagi, Ayesha menghitung dalam hati. Kedua matanya memandangi wajah Ayyash yang pulas di depannya. Tinggal beberapa jam lagi, dan mereka akan tinggal kenangan. Dirinya dalam kenangan Ayyash, Ayyash dalam kenangan orang-orang sekitarnya. Ketika fajar mulai menampakkan diri, Ayesha yang telah rapi, kembali menatap Ayyash yang tertidur pulas, mencium kening dan tangan lelaki itu, sebelum meninggalkan rumah dengan langkah pelan.

***

Ia terbangun oleh gedoran di pintu. Pukul setengah tujuh pagi. Kerumunan di depan rumahnya. pagi pertama pernikahan mereka. Ada apa ? “Ayyash….istrimu, Ayesha.” Ada titik air meruah di wajah ammah Ayesha. Lalu suara-suara gemang berdengung. Saling meningkahi, semua seperti tak sabar menyampaikan berita itu padanya.

“Setengah jam yang lalu, Ayyash. Ledakan…Ayesha yang melakukannya…”
“Gudang peluru itu. Bunyi…bagaimana kau bisa tak mendengar ?”
Ayyash merasa tubuhnya mengejang. Istrinya…..Ayesha mendahuluinya ? Kepalan tangannya mengeras. Mengenang semua keceriaan dan kejenakaannya, serta upaya Ayesha membahagiakannya semalam. Jadi….Masya Allah !

Istrinya kini….benar-benar bidadari.
Pikiran itu menghapuskan rasa sedih yang sesaat tadi mencoba menguasai hatinya. meski senyum kehilangan belum lepas dari wajah lelaki itu, sewaktu ia undur diri, dari kerumunan di depan rumah.

Keramaian yang sama masih menantinya dengan sabar, ketika tak lama kemudian lelaki itu berkemas, lalu dengan ketenangan yang tak terusik, melangkahkan kakinya meninggalkan rumah.

Waktunya tinggal sebentar. Tentara Israel pasti akan melakukan patroli kemari, sesegera mungkin, setelah apa yang dilakukan Ayesha. Ia harus segera pergi. Ayyash mempercepat langkahnya. teman-temannya sudah menunggu di dalam jip terbuka yang membawa mereka berempat.

Sepanjang jalan, tak ada kata-kata. semua melarutkan diri dalam zikir dan memutihkan niatan. Opearsi hari ini rencananya akan menghancurkan salah satu pusat militer Israel di daerah perbatasan. Memimpin paling depan, langkah Ayyash sedikitpun tak digelayuti keraguan, saat diam-diam mereka menyusup. Allah memberinya bidadari, dan tak lama lagi, ia akan menyusulnya.

Pikiran bahagianya bicara. Ayyash tersenyum, mengaktifkan alat peledak yang meliliti badannya. Ini, untuk perjuangan…

Dan bumi yang terharu atas perjuangan anak-anaknya, pun meneteskan air mata.
Hujan pertama pagi itu, untuk Ayyash dan Ayesha.

Asma Nadia, Sabili No. 01 Th X Juli 2002.

renungan untukmu dan untuku

Friday, July 25th, 2008
www.iLuvislam.com
oleh: lailatulema

HIDUP ITU TAK PERNAH SUNYI DARI DUGAAN DAN COBAAN MAKA BERSABARLAH DAN BERSYUKURLAH SENANTIASA

KARENA MENTARI AKAN MUNCUL JUA AKHIRNYA

Terasa berat bagi kaki ini melangkah kerana setiap hari dosaku semakin bertambah. Namun Allah itu tidak pernah membebani hamba-hambaNya melainkan sesuai dengan keupayaan. Oleh itu Dia telah berjanji bahawa:
’Kecuali orang-orang yang bertaubat dan memperbaiki (amal buruk mereka) serta menerangkan (apa yang mereka sembunyikan); maka orang-orang itu, Aku terima taubat mereka dan Akulah Yang Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani’ [Al-Baqarah:160]

Serulah asma’ Nya yang terkandung nama-namaNya bagi menenangkan jiwa yang lara, serulah At-Tawwab itu, Al-Ghaffar ,Ar-Rahman kerana telah dijanjikan olehNya.

’… Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia.’
[Ar-Rad:28]

Agama itu sebuah pencarian wahai sahabatku. Tidaklah Allah mengurniakan hidayahNya kepada mereka yang tidak berusaha. Walhal Rasulullah s.a.w yang dicintai, kekasihNya jua pergi beruzlah di gua Hira’ sebelum menjadi seorang Rasul. Baginda bermunajat, beribadah dan berdoa. Baginda mengkaji dan mendalami erti kehidupan sambil merenung keindahan ciptaanNya untuk memahami kerosakan dan kehancuran masyarakat arab jahiliah ketika itu. Peristiwa Hijrah sendiri menekankan syariatullah dan sunnatullah bukan semata-mata mengharapkan bantuanNya kerana usaha itu sebahagian daripada tawakal. Oleh itu, ayuh sahabat perkukuhkanlah keinginan dihati, kuatkanlah munajat dimalam harimu. Berdoalah agar Allah melindungimu disetiap langkah hidup mu hingga akhirnya bisa bertemu dengan pemilik mutlak seluruh semesta.

Ilmu adalah sesuatu yang tidak dapat dinafikan lagi kepentingannya. Setiap perkara memerlukan ilmu agar diri dapat beramal dengannya dan ilmu itu mestilah ilmu yang bersumberkan Quran dan Sunnah. Seorang doktor yang berilmu namun tidak beramal dengan ilmunya pasti akhirnya akan lupa dan tidak dapat lagi untuk mengubati pesakitnya, kerana luasnya dan banyaknya ilmu seorang yang bernama doktor itu apatah lagi seorang muslim seperti:

Hadis Rasulullah s.a.w : “Kebijaksanaan itu barang hilang kepunyaan orang beriman. Di mana saja ia menemuinya, dialah yang lebih berhak ke atasnya.”

Justeru,marilah kita tambahkan ilmu di dada agar kita faham apa yang dilakukan yang seterusnya akan menimbulkan bibit-bibit kemahuan untuk melaksanakannya.Diharapkan akhirnya kita akan berjaya menyampaikan kepada saudaranya.

’Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam) dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji) dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya.’[Al-Imran:104]

Jadikanlah masa silam, dosa-dosamu dan kesilapan lalu sebagai pendorong untuk diri semakin dekat kepada Nya. Tiada manusia di dunia yang tidak berbuat salah melainkan Nabi dan Rasul pilihanNya. Kita tiada bezanya, tiaga guna riak dan ujub itu kerana suatu masa nanti semua pasti akan dibuka

’ Bahkan manusia itu, (anggotanya) menjadi saksi terhadap dirinya sendiri,’ [Al-Qiyamah:14]

dan ketika itu

’Sesiapa yang datang membawa amal baik (pada hari akhirat) maka baginya balasan yang lebih baik daripadanya dan sesiapa yang datang membawa amal jahat, maka mereka yang melakukan kejahatan tidak di balas melainkan dengan apa yang mereka kerjakan.’[Al-Qasas:84]

Sebuah lagu lama yang ingin dikongsi. Suatu masa lalu ia hanyalah sebuah lagu yang didendangkan tanpa hala tuju. Kini aku mengerti setiap sesuatu itu tiadalah dijadikan Nya dengan sia-sia.

’Dan berserahlah engkau kepada Allah Tuhan Yang Hidup, yang tidak mati; serta bertasbihlah dengan memujiNya dan cukuplah Dia mengetahui secara mendalam akan dosa-dosa hambaNya;’ [Al-Furqan:58]



Heart dont fail me now
Courage don’t desert me, dont turn back now that we’re here
People always say life is full of choices
No one ever mentions fear
or how the road can seem so long
how the world can seem so vast
courage see me through
heart I am trusting you
On this journey to the past…

Somewhere down this road, I know someone’s waiting
Years of dreams just can’t be wrong
Arms will open wide, I’ll be safe and wanted
Finally home where I belong
well starting here my life begins
starting now I’m learning fast
courage see me through
heart i am trusting you
on this journey to the past

heart dont fail me now (no)
courage dont desert me.

Home, love, family; there was once a time I must have had them too
Home, love, family; I will never be complete until I find you (heey)

One step at a time
One hope then another
Who knows where this road may go?
Back to who I was
On to find my future
things my heart still needs to know
Yes, let this be a sign
Let this road be mine
Let it lead me to my past
courage see me through
heart I am trusting you
to bring me home
At last!

burn your self

Friday, July 25th, 2008

tips2 memotivasi diri sendiri…..

Model motivasi diri:

1.Kiat Mental

1.Cari Manfaat

2.Tulis kerugian bila tak dilakukan

3.Baca buku motivasi

4.Tempel kata-kata penggugah semangat

5.Visualisasi

6.Divide

7.Buat rencana harian

8.Jangan bandingkan dengan orang lain fokuslah pada tujuan yang ingin dicapai

9.Baca kisah orang-orang yang penuh semangat

10.Baca kisah orang sukses

11.Ikut pelatihan motivasi

12.Berpikir positif sebagai orang semangat

13.Berbahasa positif

14.Milliki semboyan sekarang lebih baik dari kemarin

15.Buat Propaganda

16.Jeda

17.Mulailah hal yang mudah

18.Kerjakan bersama orang lain

19.Yakin bahwa anda orang sukses

20.Lakukan 2 pekerjaan sekaligus;Syarat:do with spirit&mirip

21.Yakinkan diri anda bahwa anda terlambat dan harus mengejar ketertinggalan

Misalnya:usia &kesempatan serta waktu

22.Buat deadline,tapi ini bisa memiliki efek samping stress

23.Yakini aktivitas anda penting

24.Ubah pekerjaan yang bosankan:Ex:ubah proses

25.Hindari cari-cari alasan

26.Ke Toko buku atau perpus

27.Inventarisir kelebihan masa lalu

28.Pakai timer & taati

29.Ikut organisasi yang sesuai dengan anda

30.Proaktif

31.Bekerja sesuai dengan minat dan bakat

32.Cari pemotivasi

33.Jangan harap hasil perfect

34.Jangan sering lakukan hal mendesak tanpa rencana

35.Hati-hati dengan waktu luang diantara dua waktu sibuk

36.Jangan terlalu sering pikirkan kekurangan

Ada kok orang-orang dalam kondisi sangat terbatas tapi tak mnghambat bagi mereka seperti:

Syekh Ahmad Yasin

Stephen Hawking’HELEN Keler

Rosevelt

Churchil

37.Kegagalan sebagai jalan sukses

38.Jangan anggap masalah itu berat sehingga jadi apatis

39.Pecahkan masalah jadi kecil

40.Yakin akan cinta ALLOH sehingga menjadi pribadi productive

41.Brainstorming

KIAT SPIRITUAL

1.Baca quran

2.Baca terjemahan yang menyemangati misalnya tentang jihad

3.Sholat Tahajud dengan khusyuk

4.Doa&Dzikir sebanyak-banyaknya

5.Sholat sunah 2 rakaat

6.Jauhi maksiat

7.Dzikrul maut

8.Bayangkan kenikmatan surga

9.Bayangkan pedihnya neraka

10.Hadiri Qiyamul lail

11.Tutuplah malam dengan doa danjanji pada ALLOH untuk semangat di esok hari

12.Shoum rutin

13.Iktikaf

14.Umrah/haji

15.Hafalkan ayat/hadis pembangkit semangat

16.Baca Sirah

KIAT EMOSI

1.Curhat

2.Talk to us (saya tidak akan menyerah)

3.Nikmatila lemah sejenak

4.Paksa diri selalu bekerja

5.Dengarkan lagu-lagu penggugah semangat

6.Hibur diri dengan cerita lucu u/ kurangi stress

7.Jangan terima tugas yang kurang diminati

8.Tonton film yang penuh semangat

9.Silaturahmi orang yang bisa memotivasi

10.Lakukan kegiatan yang menantang dan kreatif

12.Pergi ke tempat yang indah

13.Hadiri acara penggugah semangat

14.Bermain dengan anak-anak

15.Ubah rute perjalanan

16.Ubah dekor ruangan anak

17.cari kemenangan kecil

18.Dengar kaset penggugah semangat

19.Bantu orang lain dengan ikhlas

20.Sering tersenyum tulus

21.Hadiripameran tentang prestasi

22.Buat diri menangis

23.Pergi ke tempat baru

24.Pergi ke kampung halaman

25.Buat pagi yang menyenangkan

26.Foto2 masa lalu

27.Istirahat

28.Hindari tv terlalu lama

29.aroma wangi-wangian

KIAT FISIK

1.Paksa diri siap tempur

2.Segarkan badan

3.Lakukan olah raga

4.Perhatikan penampilan

5.Jauhi rokok dan obat terlarang

6.Hindari makan kekenyangan

7.Hilangkan kebiasaan suka tidur

8.Relaksasi

9.Atur posisi tubuh dan berjalan

110.makanlah makanan penuh gizi

by:diambil dari buku motivasi..burn your self

cinta vs kupu2

Wednesday, July 23rd, 2008

cinta itu seperti kupu-kupu….semakin dikejar semakin terbang…dan boleh jadi itu bukanlah kupu-kupu yang diperuntukan ALLOH untukmu,Biarkanlah hinga suatu saat ada kupu-kupu yang hinggap sendiri…yang boleh jadi itulah cinta untukmu