Archive for July, 2008

PENDAKI KEHIDUPAN

Tuesday, July 29th, 2008

1.TIPE QUITTERS

Cirri:

Tergesa-gesa

Ingin cepat sampai

Gampang menyerah

Mudah bertekuk lutut

Senang patah arang

Tak berani ambil resiko

Bila ditantang perlahan namun pasti mundur kebelakang

Negative thinking

Kalah sebelum bertanding

Tak bernyali hadapi hidup

2.TIPE CAMPERS

Dengan cirri-ciri senang mendaki ketinggian tertentu,lalu mengakhiri pendakian,dan memilih berhenti.istirahat dan mendirikan tenda di tempat yang datar.Menikmati kesuksesan ,puas dengan yang diperoleh.ambil jalan selamat dan tak tertantang untuk melanjutkan pendakian  apalagi mencari peluang plus mengambil resiko yang lebih besar.lebih baik sich ibanding quitters.tapi BUKAN REAL HERO

3.TIPE CLIMBERS

Mereka adalah PENDAKI ABADI DAN PEJUANG SEJATI

Memiliki jiwa petualang yang berani ambil resiko dan konsekuensi dengan penuh kebranian

Pengubah tantangan jadi peluang

Pengubah hambatan jadi kesuksesan

Pengubah kesulitan jadi kemungkinan

Tiada kamus menyerah dalam hidupnya

Lemah,putus asa no way ,

Spirit of climbers

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa.Mereka TIDAK MENJADI LEMAH karena bencana yang menimpa mereka di jalan ALLOH,dan tidak lesu dan tidak pula menyerah.ALLOH MENYUKAI ORANG_ORANG YANG SABAR(ALI IMRAN 146)

Senandung pejuang

Gunung

kan

kudaki

Lautan

kan

kusebrangi

Sawah-sawah kucangkuli

Lapangan pun

kan

kusapu tiap hari

Asal sukses dapat kuraih

MOTTO PEJUANG

AKU TAK KENAL KATA MENYERAH….AKU AKAN TERUS BERUSAHA ….AKU KAN TERUS BERJUANG…..SELAMA NAFASKU MASIH ADA.JANTUNGKU BERDETAK SELAMA ITU KU KAN BERJUANG.MENANG DAN HIDUP SECARA MULIA ATO MATI SECARA TERHORMAT

hidupanmeminang bidadari

Tuesday, July 29th, 2008

e“Menikah ?”
“Ya..”
“Tentu”, jawab Ayesha tanpa ragu.
“Pertimbangkan dulu. Jangan cepat ambil keputusan.” Bibinya berkata benar. Ayesha sedikit tersipu, tangannya membenahi abaya yang dipakainya dengan rikuh.

“Dengan siapa, Ammah ?”

Wajah lembut itu tiba-tiba mengeras. Kedua matanya mendadak meyembung. Mungkin karena air mata yang siap turun, entah kenapa. Luapan bahagiakah, karena keponakannya yang diurus sejak kecil ini akhirnya ada yang meminang ? Ayesha menunggu jawaban dari ammahnya. Tapi beberapa kejap hanya dilalui gelombang senyap.

“Ammah….dengan siapa ?”

Pandangan tajam wanita berumur itu menembus bola mata Ayesha. Seperti menimbang-nimbang kesiapan keponakan yang dicintainya itu, menikah. Ayesha membalas pandang, lebih karena ia tak mengerti kenapa pernikahan, kalau memang itu yang akan terjadi padanya, tak disambut ammah dengan riang, seperti pernikahan pada umumnya.

“Dengan Ayyash !”

Ayyash ?

Ammah mengangguk. Wajahnya pucat, namun terkesan lega. Biarlah…..biarlah Ayesha yang memutuskan….ini hidupnya.

Suara hati wanita itu bicara.
Di depannya tubuh Ayesha seperti kaku. Seolah tak percaya. Senang, tapi juga tahu apa yang akan dihadapinya. Berita itu mungkin benar. Yang jadi pertanyaan, siapakah dia ? “Kau pikirkan dulu, ya ? Ia memberi waktu sampai tiga hari. Katanya lebih cepat lebih baik.” Ayesha masih tak bergerak. Pandangannya menembus jendela, meyisiri rumah- rumah di lingkungannya, dan debu tebal yang terembus di jalan.

Pernikahan….sungguh penantian semua gadis. Dengan Ayyash pula, siapa yang keberatan ? Tapi semua pun tahu, apa arti sebuah pernikahan di Palestina. Tantangan, perjuangan lain yang membutuhkan kesiapan lebih besar. Terutama bagi setiap gadis, yang menikahi pemuda pejuang macam Ayyash!

***

Dulu sekali, sewaktu kecil, ia tak memungkiri, kerap memperhatikan Ayyash dan teman-temannya dari balik kerudung yang biasa ditutupkan ke wajah, jika mereka kebetulan berpapasan. Mereka bertetangga. Begitulah Ayesha mengenal Ayyash, dan melihat bocah lelaki yang usianya lebih tua lima tahun darinya, tumbuh dewasa.

Ayah Ayyash salah satu pemegang pimpinan tertinggi di Hamas, sebelum tewas dalam aksi penyerangan markas tentara Israel. Ibunya, memimpin para wanita Palestina dalam berbagai kesempatan, mencegat, dan mengacaukan barisan tentara Yahudi, yang sedang melakukan pengejaran atas pejuang intifadah.

Mereka biasa muncul tiba-tiba dari balik tikungan yang sepi, atau memadat di pasar-pasar, dan menyulitkan pasukan Israel yang mencari penyusup. Bukan tanpa resiko, karena semua pun tahu, para tentara itu tak menaruh kasihan pada perempuan, atau anak-anak. Para perempuan yang bergabung, menyadari betul apa yang mereka hadapi. terkena tamparan atau tendangan, bahkan popor senapan, hingga tubuh mengucurkan darah, bahkan terlepas nyawa, adalah taruhannya.

Ayesha sejak lima tahun yang lalu, tak pernah meninggalkan satu kalipun aksi yang diadakan. Ia iri dengan para lelaki yang mendapat kesempatan lebih memegang senjata. Itu sebabnya gadis berkulit putih kemerahan itu, tak ingin kehilangan kesempatan jihadnya, sejak usia belia.

Tiga tahun lalu, ketika ibunda Ayyash syahid, dalam satu aksinya, setelah sebuah peluru mendarat di dahinya, mereka semua datang, juga Ayesha, untuk menyalatkan wanita pejuang itu. Pedihnya kehilangan ummi, Ayesha menyadari perasaan berduka yang bagaimanapun memang manusiawi. Begitu kagumnya ia melihat ketegaran Ayyash, mengatur semua prosesi, hingga tanah menutup dan memisahkannya dari ibunda tercinta. Tak ada sedu sedan, tak ada air mata. Hanya doa yang terucap tak putus. begitulah Ayyash menghadapi kehilangan abi, saudara-saudara lelakinya, adik perempuannya yang paling kecil, lalu terakhir ummi yang dikasihi. Begitu pula yang dipahami Ayesha, cara pejuang menghadapi kematian keluarga yang mereka cintai.

Dan kini, Ayesha dua puluh dua tahun. masih menyimpan pendar kekaguman dan simpati yang sama bagi Ayyash. Bocah lelaki bermata besar itu sudah menjelma menjadi lelaki gagah, dengan kulit merah kecoklatan, hidung bangir, dan mata setajam elang. Semangat perjuangan dan ketabahan lelaki itu sungguh luar biasa. Sewaktu kedua abangnya melakukan aksi bom bunuh diri, meledakkan gudang logistik Israel, ia hanya mengucapkan innalillahi, sebelum bangkit dan menggemakan Allahu Akbar, saat memasuki rumah, dan mengabarkan berita itu pada umminya.

Lalu ketika Fatimah, adiknya yang berpapasan dengan tentara, diperkosa, dan dibunuh sebelum dilemparkan ke jalan dengan tubuh tercabik-cabik. Ayyash masih setabah sebelumnya. Padahal siapapun tahu, cintanya pada Fatimah, bungsu di keluarga mereka.

Ayesha tak mengerti terbuat dari apa hati lelaki itu. Setelah semua kehilangan, tak ada dendam yang lalu membuatnya membabi buta atau meluapkan amarah dengan makian kotor. Ayyash menerima semua itu dengan keikhlasan luar biasa. Hanya matanya yang sesekali masih berkilat, saat ada yang menyebut nama adiknya. Di luar itu, hanya keshalihan, dan ketaatannya pada koordinasi gerak Hamas, yang kian bertambah. Begitu, dari hari ke hari.

***

Mereka berhadapan. Pertama kali dalam hidupnya ia bisa bebas menatap wajah lelaki itu dari jarak dekat. Ayyash yang tenang. Hanya bibirnya yang menyunggingkan senyum lebih sering, sejak ijab kabul diucapkan, meresmikan keberadaan keduanya.

Ayyash yang tenang dan hati Ayesha yang bergemuruh. Bukan saja karena kebahagiaan yang meluap-luap, tapi oleh sesuatu yang lain. Sebetulnya hal itu ingin disampaikannya pada lelaki yang kini telah menjadi suaminya.

Namun saat terbayang apa yang telah dihadapi Ayyash, dan senyum yang dilihatnya pertama kali begitu cerah. Batin Ayesha urung. Biarlah….nanti-nanti saja, atau tidak sama sekali, pikirnya. Ia tak mau ada yang merisaukan hati lelaki itu, terlebih karena waktu yang mereka miliki tak banyak. Bahkan sebentar sekali. Dua hari lalu, Ayyash sendiri yang meyampaikan kebenaran berita itu, niatan lelaki berusia dua puluh tujuh tahun, yang sudah selama dua pekan ini dibicarakan dari mulut ke mulut.
“Ayyash mencari istri ?”
“Ia akan menikah secepatnya, akhirnya ”
“Tapi siapa yang akan menerima pernikahan berusia sehari semalam ?” Percakapan gadis-gadis di lingkungan mereka. Awalnya Ayesha tak mengerti.
“Kenapa sehari semalam ?”, tanyanya pada ammahnya.
“Sebab, lelaki itu sudah menentukan hari kematiannya, Ayesha. Kini tinggal sepekan lagi. Waktunya hampir habis.” Ayesha ingat ia tiba-tiba menggigit bibir menahan sesak yang tiba-tiba melanda. Ayyash pasti sudah menyanggupi melakukan aksi bom bunuh diri, seperti dua saudaranya dahulu. Cuma itu alasan yang bisa diterima, kenapa pejuang yang selama ini terkesan tak peduli dan tak pernah memikirkan untuk menikah, tiba-tiba seolah tak sabar untuk segera menikah. “Saya ingin menghadap Allah, yang telah memberi begitu banyak kemuliaan pada diri dan keluarga saya, dalam keadaan sudah menyempurnakan separuh agama. Kalimat panjang lelaki itu, wajahnya yang menunduk, dan rahangnya yang terkatup rapat. Menunggu jawaban darinya. Ayesha merekam semua itu dalam ingatannya. Dua hari lalu, saat khitbah dilangsungkan. “Ya….”jawabannya memecah kesunyian. Ammah serta merta memeluknya dengan wajah berurai air mata. Bahagia berbaur kesedihan atas keputusan Ayesha. Membayangkan keponakannya yang selalu dibanggakan karena semangatnya yang tak pernah turun, akan menjalani pernikahan. Yang malangnya, bahkan lebih pendek dari umur jagung.

Berganti-ganti Ayesha melihat wajah ammah yang basah air mata, lalu senyum dari bibir Ayyash yang tak henti melantunkan hamdalah. Di depan Ayesha, Ayyash tampak begitu bahagia, karena tiga hari, sebelum tugas itu dilaksanakan, ia berhasil menemukan pengantinnya. Seorang bidadari dalam perjuangan yang ia hormati, dan kagumi kekuatan mental maupun fisiknya. Ya, Ayesha. Mereka masih bertatapan. Saling menyunggingkan senyum. Ayesha yang

Wajahnya masih sering bersemu dadu, tampak sangat cantik di mata Ayyash. Pengantinnya, bidadarinya…..kata-kata itu diulangnya berkali-kali dalam hati. Namun betapapun cantiknya Ayesha, Ayyash tak hendak melanggar janji yang ditekadkan jauh dalam sanubarinya. “Ayesha…..saya tak menginginkanmu, bukan karena saya tak menghormatimu.” Senyum Ayesha surut. Matanya yang gemintang menatap Ayyas tak berkedip, menunggu kelanjutan kalimat lelaki itu. Ini malam pertama mereka, dan setelah ini, tak akan ada malam-malam lain. Besok selepas waktu dhuha, lelaki itu akan menemukan penggal akhir hidupnya, menemui kekasih sejati. Allah Rabbul Izzati. Tak layakkah Ayesha memberikan yang terbaik baginya ?
Bagi ia yang akan menjelang syahid ? Pendar di mata Ayesha luluh. Ayyash mendongakkan dagunya, tangannya yang lain menggenggam jari-jari panjang Ayesha, seakan mengerti isi hati
istrinya.

“Saya mencintaimu, Ayesha. Dan saya meridhai semua yang telah dan akan Ayesha lakukan selama kebersamaan ini dan setelah saya pergi. Saya percaya dan berdoa, Allah akan memberimu seorang suami yang lebih baik, selepas kepergian saya.” Ayesha tersenyum. Menyembunyikan hatinya yang masih gemuruh. Seandainya ia bisa menceritakannya pada Ayyash. Tapi ia tak sanggup. “Tak apa. Saya mengerti.” Cuma itu yang bisa dikatakannya pada Ayyash. Suasana sekitar hening. Langit tanpa bulan tak mempengaruhi kebahagiaan di hati Ayyash. Bulan, baginya, malam ini telah menjelma pada kerelaan dan keikhlasan istrinya.

“Saya ingin, Ayesha bisa mendapatkan yang terbaik.” Lelaki itu melanjutkan kalimatnya. “Dan karenanya saya merasa wajib menjaga kehormatanmu. Kita bicara saja, ya ? Ceritakan sesuatu yang saya tak tahu, Ayesha.” Ayesha menatap mata Ayyash, lagi. Disana ia bisa melihat kegarangan dan keteduhan melebur satu. Sambil ia berpikir keras apa yang bisa ia ceritakan pada lelaki itu ? Tak lama dari bibir wanita itu meluncur cerita-cerita lucu tentang masa kecil mereka. Canda teman-teman mainnya, dan kegugupannya saat pertama berhadapan dengan Ayyash. Juga jari-jari tangannya yang berkeringat saat ia mencium tangan Ayyash pertama kali.
Betapa ia hampir terjatuh karena kram, akibat duduk terlalu lama, ketika mencoba bangun menyambut orang-orang yang datang menyalami mereka tadi pagi. Di antara senyum dan derai tawa suaminya, Ayesha masih berpikir tentang lelaki yang duduk di hadapannya. Sungguh, ia ingin membahagiakan Ayyash, dengan cara apapun. Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Ayyash, membuat Ayesha tak habis pikir. Kenapa kebahagiaan orang lain, bisa membuatnya begitu bahagia ? Tapi inilah kebahagiaan itu, bisiknya sesaat setelah mereka menyelesaikan sholat malam dan tilawah bersama. Kali pertama dan terakhir. Kebahagiaan bukan pada umurnya, tapi pada esensi kata bahagia. Dan Ayesha belum pernah sebahagia itu sebelumnya.

Mereka masih belum bosan menatap satu sama lain, dan berpegangan tangan. Saat ia merebahkan diri di dada Ayash setelah sholat subuh, lelaki itu tak menolak.

“Biarkan saya berbakti padamu, Ayyash”

Ia ingat Ayyash menundukkan wajah dalam, seperti berpikir keras, sebelum kemudian mengangguk dan menerimanya. Beberapa jam lagi, Ayesha menghitung dalam hati. Kedua matanya memandangi wajah Ayyash yang pulas di depannya. Tinggal beberapa jam lagi, dan mereka akan tinggal kenangan. Dirinya dalam kenangan Ayyash, Ayyash dalam kenangan orang-orang sekitarnya. Ketika fajar mulai menampakkan diri, Ayesha yang telah rapi, kembali menatap Ayyash yang tertidur pulas, mencium kening dan tangan lelaki itu, sebelum meninggalkan rumah dengan langkah pelan.

***

Ia terbangun oleh gedoran di pintu. Pukul setengah tujuh pagi. Kerumunan di depan rumahnya. pagi pertama pernikahan mereka. Ada apa ? “Ayyash….istrimu, Ayesha.” Ada titik air meruah di wajah ammah Ayesha. Lalu suara-suara gemang berdengung. Saling meningkahi, semua seperti tak sabar menyampaikan berita itu padanya.

“Setengah jam yang lalu, Ayyash. Ledakan…Ayesha yang melakukannya…”
“Gudang peluru itu. Bunyi…bagaimana kau bisa tak mendengar ?”
Ayyash merasa tubuhnya mengejang. Istrinya…..Ayesha mendahuluinya ? Kepalan tangannya mengeras. Mengenang semua keceriaan dan kejenakaannya, serta upaya Ayesha membahagiakannya semalam. Jadi….Masya Allah !

Istrinya kini….benar-benar bidadari.
Pikiran itu menghapuskan rasa sedih yang sesaat tadi mencoba menguasai hatinya. meski senyum kehilangan belum lepas dari wajah lelaki itu, sewaktu ia undur diri, dari kerumunan di depan rumah.

Keramaian yang sama masih menantinya dengan sabar, ketika tak lama kemudian lelaki itu berkemas, lalu dengan ketenangan yang tak terusik, melangkahkan kakinya meninggalkan rumah.

Waktunya tinggal sebentar. Tentara Israel pasti akan melakukan patroli kemari, sesegera mungkin, setelah apa yang dilakukan Ayesha. Ia harus segera pergi. Ayyash mempercepat langkahnya. teman-temannya sudah menunggu di dalam jip terbuka yang membawa mereka berempat.

Sepanjang jalan, tak ada kata-kata. semua melarutkan diri dalam zikir dan memutihkan niatan. Opearsi hari ini rencananya akan menghancurkan salah satu pusat militer Israel di daerah perbatasan. Memimpin paling depan, langkah Ayyash sedikitpun tak digelayuti keraguan, saat diam-diam mereka menyusup. Allah memberinya bidadari, dan tak lama lagi, ia akan menyusulnya.

Pikiran bahagianya bicara. Ayyash tersenyum, mengaktifkan alat peledak yang meliliti badannya. Ini, untuk perjuangan…

Dan bumi yang terharu atas perjuangan anak-anaknya, pun meneteskan air mata.
Hujan pertama pagi itu, untuk Ayyash dan Ayesha.

Asma Nadia, Sabili No. 01 Th X Juli 2002.

renungan untukmu dan untuku

Friday, July 25th, 2008
www.iLuvislam.com
oleh: lailatulema

HIDUP ITU TAK PERNAH SUNYI DARI DUGAAN DAN COBAAN MAKA BERSABARLAH DAN BERSYUKURLAH SENANTIASA

KARENA MENTARI AKAN MUNCUL JUA AKHIRNYA

Terasa berat bagi kaki ini melangkah kerana setiap hari dosaku semakin bertambah. Namun Allah itu tidak pernah membebani hamba-hambaNya melainkan sesuai dengan keupayaan. Oleh itu Dia telah berjanji bahawa:
’Kecuali orang-orang yang bertaubat dan memperbaiki (amal buruk mereka) serta menerangkan (apa yang mereka sembunyikan); maka orang-orang itu, Aku terima taubat mereka dan Akulah Yang Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani’ [Al-Baqarah:160]

Serulah asma’ Nya yang terkandung nama-namaNya bagi menenangkan jiwa yang lara, serulah At-Tawwab itu, Al-Ghaffar ,Ar-Rahman kerana telah dijanjikan olehNya.

’… Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia.’
[Ar-Rad:28]

Agama itu sebuah pencarian wahai sahabatku. Tidaklah Allah mengurniakan hidayahNya kepada mereka yang tidak berusaha. Walhal Rasulullah s.a.w yang dicintai, kekasihNya jua pergi beruzlah di gua Hira’ sebelum menjadi seorang Rasul. Baginda bermunajat, beribadah dan berdoa. Baginda mengkaji dan mendalami erti kehidupan sambil merenung keindahan ciptaanNya untuk memahami kerosakan dan kehancuran masyarakat arab jahiliah ketika itu. Peristiwa Hijrah sendiri menekankan syariatullah dan sunnatullah bukan semata-mata mengharapkan bantuanNya kerana usaha itu sebahagian daripada tawakal. Oleh itu, ayuh sahabat perkukuhkanlah keinginan dihati, kuatkanlah munajat dimalam harimu. Berdoalah agar Allah melindungimu disetiap langkah hidup mu hingga akhirnya bisa bertemu dengan pemilik mutlak seluruh semesta.

Ilmu adalah sesuatu yang tidak dapat dinafikan lagi kepentingannya. Setiap perkara memerlukan ilmu agar diri dapat beramal dengannya dan ilmu itu mestilah ilmu yang bersumberkan Quran dan Sunnah. Seorang doktor yang berilmu namun tidak beramal dengan ilmunya pasti akhirnya akan lupa dan tidak dapat lagi untuk mengubati pesakitnya, kerana luasnya dan banyaknya ilmu seorang yang bernama doktor itu apatah lagi seorang muslim seperti:

Hadis Rasulullah s.a.w : “Kebijaksanaan itu barang hilang kepunyaan orang beriman. Di mana saja ia menemuinya, dialah yang lebih berhak ke atasnya.”

Justeru,marilah kita tambahkan ilmu di dada agar kita faham apa yang dilakukan yang seterusnya akan menimbulkan bibit-bibit kemahuan untuk melaksanakannya.Diharapkan akhirnya kita akan berjaya menyampaikan kepada saudaranya.

’Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam) dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji) dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya.’[Al-Imran:104]

Jadikanlah masa silam, dosa-dosamu dan kesilapan lalu sebagai pendorong untuk diri semakin dekat kepada Nya. Tiada manusia di dunia yang tidak berbuat salah melainkan Nabi dan Rasul pilihanNya. Kita tiada bezanya, tiaga guna riak dan ujub itu kerana suatu masa nanti semua pasti akan dibuka

’ Bahkan manusia itu, (anggotanya) menjadi saksi terhadap dirinya sendiri,’ [Al-Qiyamah:14]

dan ketika itu

’Sesiapa yang datang membawa amal baik (pada hari akhirat) maka baginya balasan yang lebih baik daripadanya dan sesiapa yang datang membawa amal jahat, maka mereka yang melakukan kejahatan tidak di balas melainkan dengan apa yang mereka kerjakan.’[Al-Qasas:84]

Sebuah lagu lama yang ingin dikongsi. Suatu masa lalu ia hanyalah sebuah lagu yang didendangkan tanpa hala tuju. Kini aku mengerti setiap sesuatu itu tiadalah dijadikan Nya dengan sia-sia.

’Dan berserahlah engkau kepada Allah Tuhan Yang Hidup, yang tidak mati; serta bertasbihlah dengan memujiNya dan cukuplah Dia mengetahui secara mendalam akan dosa-dosa hambaNya;’ [Al-Furqan:58]



Heart dont fail me now
Courage don’t desert me, dont turn back now that we’re here
People always say life is full of choices
No one ever mentions fear
or how the road can seem so long
how the world can seem so vast
courage see me through
heart I am trusting you
On this journey to the past…

Somewhere down this road, I know someone’s waiting
Years of dreams just can’t be wrong
Arms will open wide, I’ll be safe and wanted
Finally home where I belong
well starting here my life begins
starting now I’m learning fast
courage see me through
heart i am trusting you
on this journey to the past

heart dont fail me now (no)
courage dont desert me.

Home, love, family; there was once a time I must have had them too
Home, love, family; I will never be complete until I find you (heey)

One step at a time
One hope then another
Who knows where this road may go?
Back to who I was
On to find my future
things my heart still needs to know
Yes, let this be a sign
Let this road be mine
Let it lead me to my past
courage see me through
heart I am trusting you
to bring me home
At last!

burn your self

Friday, July 25th, 2008

tips2 memotivasi diri sendiri…..

Model motivasi diri:

1.Kiat Mental

1.Cari Manfaat

2.Tulis kerugian bila tak dilakukan

3.Baca buku motivasi

4.Tempel kata-kata penggugah semangat

5.Visualisasi

6.Divide

7.Buat rencana harian

8.Jangan bandingkan dengan orang lain fokuslah pada tujuan yang ingin dicapai

9.Baca kisah orang-orang yang penuh semangat

10.Baca kisah orang sukses

11.Ikut pelatihan motivasi

12.Berpikir positif sebagai orang semangat

13.Berbahasa positif

14.Milliki semboyan sekarang lebih baik dari kemarin

15.Buat Propaganda

16.Jeda

17.Mulailah hal yang mudah

18.Kerjakan bersama orang lain

19.Yakin bahwa anda orang sukses

20.Lakukan 2 pekerjaan sekaligus;Syarat:do with spirit&mirip

21.Yakinkan diri anda bahwa anda terlambat dan harus mengejar ketertinggalan

Misalnya:usia &kesempatan serta waktu

22.Buat deadline,tapi ini bisa memiliki efek samping stress

23.Yakini aktivitas anda penting

24.Ubah pekerjaan yang bosankan:Ex:ubah proses

25.Hindari cari-cari alasan

26.Ke Toko buku atau perpus

27.Inventarisir kelebihan masa lalu

28.Pakai timer & taati

29.Ikut organisasi yang sesuai dengan anda

30.Proaktif

31.Bekerja sesuai dengan minat dan bakat

32.Cari pemotivasi

33.Jangan harap hasil perfect

34.Jangan sering lakukan hal mendesak tanpa rencana

35.Hati-hati dengan waktu luang diantara dua waktu sibuk

36.Jangan terlalu sering pikirkan kekurangan

Ada kok orang-orang dalam kondisi sangat terbatas tapi tak mnghambat bagi mereka seperti:

Syekh Ahmad Yasin

Stephen Hawking’HELEN Keler

Rosevelt

Churchil

37.Kegagalan sebagai jalan sukses

38.Jangan anggap masalah itu berat sehingga jadi apatis

39.Pecahkan masalah jadi kecil

40.Yakin akan cinta ALLOH sehingga menjadi pribadi productive

41.Brainstorming

KIAT SPIRITUAL

1.Baca quran

2.Baca terjemahan yang menyemangati misalnya tentang jihad

3.Sholat Tahajud dengan khusyuk

4.Doa&Dzikir sebanyak-banyaknya

5.Sholat sunah 2 rakaat

6.Jauhi maksiat

7.Dzikrul maut

8.Bayangkan kenikmatan surga

9.Bayangkan pedihnya neraka

10.Hadiri Qiyamul lail

11.Tutuplah malam dengan doa danjanji pada ALLOH untuk semangat di esok hari

12.Shoum rutin

13.Iktikaf

14.Umrah/haji

15.Hafalkan ayat/hadis pembangkit semangat

16.Baca Sirah

KIAT EMOSI

1.Curhat

2.Talk to us (saya tidak akan menyerah)

3.Nikmatila lemah sejenak

4.Paksa diri selalu bekerja

5.Dengarkan lagu-lagu penggugah semangat

6.Hibur diri dengan cerita lucu u/ kurangi stress

7.Jangan terima tugas yang kurang diminati

8.Tonton film yang penuh semangat

9.Silaturahmi orang yang bisa memotivasi

10.Lakukan kegiatan yang menantang dan kreatif

12.Pergi ke tempat yang indah

13.Hadiri acara penggugah semangat

14.Bermain dengan anak-anak

15.Ubah rute perjalanan

16.Ubah dekor ruangan anak

17.cari kemenangan kecil

18.Dengar kaset penggugah semangat

19.Bantu orang lain dengan ikhlas

20.Sering tersenyum tulus

21.Hadiripameran tentang prestasi

22.Buat diri menangis

23.Pergi ke tempat baru

24.Pergi ke kampung halaman

25.Buat pagi yang menyenangkan

26.Foto2 masa lalu

27.Istirahat

28.Hindari tv terlalu lama

29.aroma wangi-wangian

KIAT FISIK

1.Paksa diri siap tempur

2.Segarkan badan

3.Lakukan olah raga

4.Perhatikan penampilan

5.Jauhi rokok dan obat terlarang

6.Hindari makan kekenyangan

7.Hilangkan kebiasaan suka tidur

8.Relaksasi

9.Atur posisi tubuh dan berjalan

110.makanlah makanan penuh gizi

by:diambil dari buku motivasi..burn your self

cinta vs kupu2

Wednesday, July 23rd, 2008

cinta itu seperti kupu-kupu….semakin dikejar semakin terbang…dan boleh jadi itu bukanlah kupu-kupu yang diperuntukan ALLOH untukmu,Biarkanlah hinga suatu saat ada kupu-kupu yang hinggap sendiri…yang boleh jadi itulah cinta untukmu

CINTA ITU ANUGERAH DARI SANG MAHA PENCIPTA

Wednesday, July 23rd, 2008

<a href="http://testi.iluvislam.com"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3127/2677809071_b9fbfd384f.jpg?v=0" border="0"><br /><b>Dapatkan Mesej Bergambar di Sini</b></a>

DICINTAI ADALAH ANUGRAH TAPI MENCINTAI ADALAH SUATU HAL YANG LUAR BIASA KARENA DENGAN MENCINTAI KITA DAPAT MENAKLUKAN EGO KITA….RELA BERKORBAN UNTUK YANG TERCINTA.

DAN ALANGKAH INDAHNYA BILA CINTA ITU DIBINGKAI KARENA ALLOH…YANG TAKKAN SURUT OLEH TERJANGAN BADAI KEHIDUPAN,KOKOH DAN SEMAKIN KOKOH SEPANJANG MASA.

TERCIPTA UNTUKU..(UNGU FT ROSA)

menatap indahnya senyuman di wajahmu
membuatku terdiam dan terpaku
mengerti akan hadirnya cinta terindah
saat kau peluk mesra tubuhku, oohh

banyak kata yang tak mampu ku ungkapkan
kepada dirimu

reff:
aku ingin engkau selalu
hadir dan temani aku
di setiap langkah yang meyakiniku
kau tercipta untukku

meski waktu akan mampu
memanggil seluruh ragaku
ku ingin kau tahu
ku selalu milikmu
yang mencintaimu
sepanjang hidupku

sungguh hanya lah dirimu
yang aku cintai
dan sungguh ku kan di sisimu
hingga ku mati

SETIA ( Chrisye )

di masa-masa bahagia
kita selalu bersama
menikmati dunia
di masa-masa nestapa
kita tetap sama-sama
selalu berdoa

derai-derai air matamu
membuatku lebih
lebih sayang padamu
derai-derai gelak tawamu
membuatku lebih
lebih cinta padamu

di masa kapanpun juga
ku ingin tetap bersama
kekasihku nan setia
di masa kapanpun nanti
ku ingin terus begini
cinta setia abadi

terinspirasi kisah cinta kakek dan nenek……mengharukan hiks..hiks.Sampai usia senja senantiasa bersama hadapi lika-liku dunia…Senantiasa bersama hadapi suka duka….

pelajaran yang diambil:

1.Cinta…….harus saling mengerti

2.Cinta……bisa memaafkan

3.Cinta ….rela berkorban

No bodys perfect…jadi mencintai berarti membuat orang yang dicintai jadi sempurna.Menjadi seorang pecinta berarti menjadi seorang yang berjiwa besar seperti lagunya ungu….

mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu

telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku

reff:
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini

kan

abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja

ya itulah keagungan seorang pecinta….meskipun ternyata tidak dicintai ya bahagia aja,terima aja…Dan menjadi seorang berjiwa besar …

arti cinta bagi seorang wanita

Tuesday, July 15th, 2008

cinta adalah tindakan

cinta adalah sikap

yang tak hanya diucapkan namun juga dilakukan

seorang istri demi cintanya pada suami rela mempertaruhkan nyawa demi menghadirkan buah hati untuk sang suami

seorang istri rela hidup menderita bersama suaminya menapaki kehidupan,tanpa keluh dan kesah walaupun saat gadis ia serba kecukupan

Menjaga harga diri suami walaupun didapan oranguanya sendiri ,dengan tidak meminta pada orang tuanya walaupun ia butuh merupakan manifestasi cinta seorang wanita

merawat anak anak dengan penuh kesabaran,selalu disamping suami dalam kondisi suka maupun duka merupakan bukti cinta seorang wanita

dan masih banyak lagi…….itulah arti cinta bagi seorang wanita

about love

Tuesday, July 15th, 2008

‘When two people love each other, nothing is more imperative and delightful than giving’ ~ Guy de Maupassant ~

MISKONSEPSI

Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan deal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan-jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan. Cinta membutuhkan proses, Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama. “Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,” katanya.

CINTA BUTUH WAKTU

Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena “cinta pada pandangan pertama” adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus “cinta pada pandangan pertama”, banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta, mereka mencintai pasangan sebagai personalitas yang utuh.

CINTA BERBAGI, TIDAK MENGONTROL

Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.

BUATLAH CINTA ITU KONSTRUKTIF

Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.

CINTA TIDAK MELENYAPKAN SEMUA MASALAH

Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang (berarti tidak benar-benar mencinta) cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.

CINTA CENDERUNG KONSTAN

Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.

CINTA TIDAK BERTUMPU PADA DAYA TARIK FISIK

Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.

CINTA TIDAK BUTA

Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin bisa diperbaiki.

CINTA MEMPERHATIKAN KELANJUTAN HUBUNGAN

Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.

CINTA BERANI MENYATAKAN HAL YANG TIDAK DISUKAI

Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata “tidak” saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.

karena akhwat ingin dimengerti

Tuesday, July 15th, 2008

1. Kami itu senang diperhatikan, apalagi jika kalian adalah ikhwan yang alim, atau ikhwan yang cool, padahal kami belum mampu berhijab secara baik, karena itu tundukanlah pandangan kalian dengan makna yang sebenarnya, dan janganlah kalian ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya

2. Kami juga senang mendengar kalian berbicara tentang kami, rasanya gimana gitu, karena itu cukupkanlah pembicaraan kalian jika mulai memberi pujian terhadap kami meskipun itu hanya sebuah pujian kecil. Jika sudah menyelesaikan urusan dengan kami, bergegaslah beranjak…jangan mengulur –ngulur waktu hanya untuk mengobrol yang kiranya tidak penting

3. kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati akan kalian para ikhwan, ketika kami merasa kalian dapat menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati kami, waktu luang kami akan terisi oleh bayang2 kalian, karena itu janganlah kalian membiarkan kami mencurahkan isi hati kami kepada kalian.

4. kami juga inginnya terus dekat dengan kalian para ikhwan, tapi maaf…bukan karena apa2 tapi itu karena perhatian yang kami berikan, meskipun sesungguhnya kami sangat malu akan hal ini, terkadang kami lepas kata dan tingkah laku, yang malah menjadikan kami dan kalian semakin tak mengenal batas, karena itu pertama nasehatilah kami dari azab ALLAH dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami.

5.Kami adalah wanita yang memiliki cita2,menjadi pendamping hidup seorang pria yang dengannyalah berusaha menggapai ridho ALLOH dan menjadi seorang ibu dari anak-anak yang mulia oleh karena itu kami hanya mau menjalin hubungan serius dan syari.Bila kalian mengharap suatu hubungan dengan kami,maka silahkan datang ke rumah dan utarakanlah pada wali kami

6.Kami adalah wanita yang dianugrahi sifat lembut oleh DZAT YANG MAHA PENGASIH,begitupula rasa sayang dan cinta…Dimana cinta yang utama hanya untuk ROBB semesta alam….namun tak dipungkiri kamipun memiliki cinta insani yang mana yang hanya kami berikan pada pendamping hidup kami dalam ikatan yang diridhoi ILLAHI

7. Demi Allah, kami bisa menjadi ANUGERAH atau justru FITNAH bagi kalian…oleh sebab itu tolonglah kami dalam menjaga hijab ini…Semoga Allah Swt. Menghadiahkan kalian BIDADARI… kelak di surga nanti…
(Dari Blog seorang teman)

MEMILIH SI CANTIK/SI TAMPAN

Monday, July 7th, 2008

Suatu yang fitrah jika seseorang menempatkan keindahan fisik dan materi pada urutan penting dalam memilih jodoh. Berbagai macam alasan mereka jika ditanya, dan hal itu juga disebutkan oleh sunnah nabi “lihatlah rupanya dan lihatlah hartanya” boleh dan justru dianjurkan sekali oleh beliau.

Tabiat manusia selalu menginginkan sesuatu yang indah, karena keindahan membuat selalu senang, dan tidak mudah jemu, singkat kata calon istri yang cantik misalnya, maka siapapun perianya akan sangat senang dan bangga jika bisa memilikinya, akan tetapi bagai mana seandainya jika keindahan itu hanya elok pada sisi luar saja dan didalam ternyata banyak titik hitam? tentu pandangan dan rasa akan keindahan itu sangat mudah sirna.

Kembali melihat ulang tentang memilih jodoh dalam keriteria wanita menurut perkataan nabi: carilah wanita itu karena rupanya (cantik), kemudian carilah karena hartanya (kaya), lalu lihat juga karena nasabnya (keturunannya), dan yang terakhir  karena agamanya (shalihah).

Di perkataan nabi itu bisa dipahami kenapa dianjurkan mencari istri yang cantik. sebab istri yang cantik akan membuat kita selalu rindu, dan membuat kita ingin selalu bersamanya, memanjanya dan terjauh dari pikiran untuk melirik wanita lain karena merasa bahwa dirumah ada yang terbaik. Namun harus diperhatikan bagi pemuda yang ingin mencari jodoh, cantik menurut nabi diatas bukanlah semata-mata harus memprioritaskan penampilan fisik yang menggoda akan tetapi cantik didalam berakhlak, berbudi pekerti dan berilmu, sebab jika seorang pemuda mimilih pasangannya hanya karena cantik fisiknya bisa jadi kecantikannya malah akan membuat resah bahkan mencelakakan.

Didalam hadist dari ibnu umar diperingatkan oleh nabi ”janganlah kamu kawini seorang perempuan karena kecantikannya sebab kecantikan boleh jadi akan mencelakakan, jangan juga kamu kawini perempuan karena hartanya sebab kekayaan akan mendatangkan kesombongan, tapi kawinilah karena agamanya dan akhlaknya karena itulah yang akan membawa kepada kebahagiaan

Dikala usia puber remaja sering sekali kehilangan pertimbangan bahwa rupa yang cantik/tampan banyak yang menipu sebab penampilan tidak selamanya mencerminkan keaslian.

Seorang ibu dulu pernah menasehatkan kepada anak pemudanya “kalau cari wanita itu yang tinggi akhlaknya dan berilmu jangan lihat pada tampangnya saja karena itu tidak menjamin bahagia apalagi masuk surga” sianak muda hanya menganggap itu angin lalu, memang ia dengar tapi masuk kiri keluar kanan, dia tidak tahu bahwa orang tua bicara berdasarkan ilmu dan banyaknya kejadian yang telah ia ketahui melalui pengalaman disekitarnya. Dilihatnya bahwa ada menantu yang tega menempatkan mertuanya digubuk reot tak ubahnya seperti kandang kambing dan tidak diurus makanya sementara mereka enak didalam rumah yang bagus, dan ada pula yang lebih parah hingga berani memukul mertuanya. Karena melihat pengalaman seperti itulah hingga orang tua itu tidak ingin sampai terjadi pada anaknya, buah hati manisnya yang susah payah ia mengeluarkan dari rahimnya, yang kelak sangat diharapkan sebagai tulang punggung dan pelindung disaat tuanya. (anak lelaki ibunyalah yang lebih berhak atas dirinya baik telah menikah maupun sebelum menikah, dan anak perempuan ketika telah menikah suaminyalah yang lebih berhak atas dirinya)

Sekarang pemuda itu telah menikah dengan wanita cantik menurutnya tapi jelek penyelanggaraan rumah tangganya karena tidak bisa apa- apa, masak tidak bisa, ilmu agama juga kurang, mana lagi akhlak yang seperti tidak pernah dididikkan sehingga dalam waktu tidak sampai satu tahun merekapun telah cerai..
Sekedar kata penutup dari saya dan sebagai teman yang juga masih berstatus remaja tidak berlebihan jika saya mengingatkan kepada semua saudara pembaca, bahwa silahkan cari rupa yang cantik/tampan tapi kalau itu dijadikan motif utama tanpa dasar-dasar agama dikhawatir nanti rumah tangga malah akan berhadapan dengan banyak permasalahan, jadi mari kejar yang bagus dan cantik agar kita betah tinggal dirumah, supaya kita merasa ada tempat berbagi rasa dan ada tempat kita bernaung….tapi hendaknya kecantikan/ ketampanan itu diiringi dengan kecantikan budi pekerti dan akhlak yang mulia.wallahu a’lam…

www.dudung.net