untukmu sister
Monday, December 17th, 2007sis apa yang terjadi di era ini sungguh memerihkan hati,Apa yang telah terjadi wahai sist?Lihatlah mereka para muda mudi yang harusnya menjadi penyejuk hati sungguh memilukan.
Mereka lebih suka mengikuti trend,berkelahi,hura-hura,main sini main sana layaknya tanpa tujuan,sekolah yang harusnya menjadi ajang tuk mencari ilmu kini menjadi ajang tawuran,cari gebetan,dan fun2 aja layaknya media menggambarkan.Sungguh tragis dan menakutkan duhai calon ibu…Ya meskipun masih ada yang still fight
Sister,tiada kata lagi selain mari berbenah mulai dari diri kita sendiri,siapkan diri ini menjadi calon ummi yang kan mendidik mujahid sejati.Sister do u know?to be mom isnot easy,Karena profesimu sebagi ummi merupakan karier yang bergenggsi.Bagaimana tidak dikatakan bergengsi?3 x rasull menyebut orang utama yang wajib dihormati,surga di telapak kaki ibu,dan di lain sisi engkaulah tiang agama dan negara.Wow,bergengsi banget.Dirimulah madrasah utama.Baik buruknya generasi mendatang kelak berada di tanganmu,dalam buaiamu.Maka pantaslah bila dirimu harus memiliki kompetensi layaknya pendidik yang PROFESIONAL.
SISTER coba kita ambil salah satu teladan dari ibunda Khansa,wanita yang hidup dalam didikan iman.Yang memberikan segenap diri dan keluarganya untuk kemuliaan islam,
Bunda khansa tidak pernah menidik putra-putranya dalam kemanjaan yang merupakan kasih sayang semu,Menyayangi putra-putranya dengan menjadikan para pemuda yang pembrani dan sholeh,Berjuang tegakkan yang hak serta luluh lantakan kebatilan.
Apa yang beliau katakan, pada keempat putranya saat akan berangkat perang yang isinya:sungguh ibumu ini tak pernah buat malu pamanmu,ataupun mengkhianati ayahmu.Apabila nanti perang semakin berkobar,masuklah dirimu kedalamnya dan raihlah kesyahidan.(sederhana tapi penuh makna)
Dan putra khansa,layaknya didikan ibunya yang pembrani,teguh pendirian dan amanah.Saat perang berkobar mereka saling mengingatkan tuk tunaikan amanah menjadi martir.
wow,lain sekali dengan para ummi jaman kini,yang over protektif tapi sungguh itu merupakan kasih sayang semu.Bunda khansa bukan tak menyayangi putranya,bahkan sangat sayang karena sayangnya tersebut bahkan ia rela ditinggalkan oleh putranya tuk raih kemulian.Dan janji Tuhan para syuhada akan dijadikan layaknya burung-burung surga dan bidadari pun telah menanti.
Kasih sejati dari seorang bunda,yang ingin anaknya mulia di hadapan Tuhan.Dan tak rela putra yang disayanginya jadi pecundang yang lari dari pertempuran.
Begitu pula bunda asma,wanita yang dijuluki pemilik 2 ikat pinggang.Apakah yang dilakukan ketika putranya meminta nasehat saat putranya merasa lemah,karena dikhianati dan mendapat ancaman peperangan dari romawi(jujur ya naluri seorang ibu yang sudah mendekati usia 100 th,yang renta,yang sudah mulai rabun pasti merasa iba dan tak ingin ditinggalkan,tapi bunda Asma bukanlah ibu yang biasa,yang cengeng dan melakolis)
Dengan sepenuh jiwa dan segenap hati Bunda asma malah memerintahkan putranya tuk melawan kearogansian romawi,saat putranya berangkat dan pamit padanya.Bunda asma yang mulai rabun meraba pada putranya,dan menanyakan apa yang sedang dipakai putranya.Putranya menjawab baju zirah.Dengan lantang sang bunda memerintahkan tuk melepaskannya.Seorang yang menginginkan kesyahidan tak memerlukan ini(baju zirah).
Yup dengan iringan doa dari bundanya,maka pergilah putrannya.Dan raih kesyahidan.Yang pernah dikhawatirkan putranyapun terjadi,ia disalib oleh romawi.Kepala pasukan romawi pun salut dengan sikap bunda Asma,dan menemuinya dan memanggilanya ibu
namun bunda asma berkata,aq bukan ibumu tapi ibu orang yang kaubunuh.kau telah hancurkan dunia anakku,tapi ia telah hancurkan akheratmu.(wow……)
khalid bin walid yang dijuluki pedang ALLOH,sahalahudin al-ayubi (pelindung tempat suci),Putra asma,putra khansa,etc takkan mungkin lahir dari ibu ibu yang tak berkompetensi.Pertanyaannya kini.Bisakah kita mengikuti jejak mereka????????????????????????????